Cemara Institut Nilai Kombes Rio Wahyu Anggoro Sosok Polisi Berprestasi dan Layak Pimpin Polresta Bogor Kota

Kota Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi melakukan rotasi jabatan penting dengan mengangkat Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bogor. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/В/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Anwar. Dia menggantikan Kombes Pol Eko Prasetyo yang dimutasi ke Bareskrim Polri.

Cemara Institute menyambut baik dan mengapresiasi terpilihnya Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro untuk memimpin Polresta Bogor Kota. Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim, menilai keputusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini sangat tepat, mengingat Bogor adalah kota yang memiliki Istana Kepresidenan.

“Penunjukkan Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro membuktikan bahwa Kapolri mempercayakan daerah yang terdapat Istana Presiden di Kota Bogor kepada sosok yang diyakini mampu menjaganya,” ujar Rizqi dalam pernyataan resminya, Senin (05/1/2026). Menurutnya, kepercayaan tersebut hanya diberikan kepada perwira yang berintegritas dan teruji. Dengan ditunjuknya Rio Wahyu Anggoro Sebagai Kapolresta Bogor Kota, maka secara otomatis pangkat beliau naik satu tingkat menjadi Komisaris besar Polisi (Kombes Pol.)

Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro bukanlah nama baru dalam jajaran Polri. Perwira menengah lulusan Akpol 2004 ini sebelumnya memangku jabatan sebagai Kapolres Bogor sebelum akhirnya dipromosikan. Karirnya diwarnai dengan penugasan di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Barat.

Prestasi gemilangnya mulai mencuat saat memimpin Polres Garut pada Januari hingga Juni 2023. Dalam kurun waktu sekitar enam bulan, pria kelahiran Tarakan itu dikenal sebagai pemberantas premanisme yang gigih. Di bawah komandonya, 81 orang preman berhasil dijaring dari wilayah Tarogong Kaler dan Garut Kota.

Setelah itu, pada Juli 2023, Kombes Pol. Rio dilantik sebagai Kapolres Bogor. Salah satu kasus nasional yang berhasil diungkap timnya adalah kasus bayi tertukar di Kabupaten Bogor. Atas kepemimpinan dan penyelesaian kasus yang mengedepankan empati ini, beliau dianugerahi Hoegeng Awards 2024 dalam kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak.

“Penghargaan Hoegeng ini, yang pertama diraih Kapolres Bogor adalah bukti konkret dari ketegasan sekaligus pendekatan humanis yang Rio terapkan,” tambah Rizqi Fathul Hakim. Dia menekankan bahwa kepemimpinan yang humanis dan berdedikasi tinggi sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas masyarakat Kota Bogor yang heterogen.

Selain kasus bayi tertukar, sejumlah kasus besar lainnya juga berhasil ditangani di bawah kepemimpinannya, seperti pengungkapan laboratorium tersembunyi tembakau sintetis di Sentul City hingga pembunuhan Warga Negara Asing asal Kamerun. Polres Bogor pun dikenal memiliki citra yang humanis dan berdedikasi di masa jabatannya.

Rizqi Fathul Hakim juga menyoroti komitmen Rio untuk turun langsung ke lapangan. “Komitmennya untuk terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat dan pemberantasan premanisme di Garut dan Kabupaten Bogor menunjukkan jiwa pengabdian yang luar biasa. Ini yang membuatnya layak dipercaya memimpin Polresta Bogor Kota,” paparnya.

Sebelum menjabat Kapolresta Bogor, Rio sempat menduduki posisi Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) Biro SDM Polda Metro Jaya mulai Juli 2025. Rotasi terbaru ini dinilai sebagai bentuk pengayaan pengalaman bagi perwira yang dianggap memiliki prospek cerah.

Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, pengangkatan Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro diharapkan dapat membawa penegakan hukum di Kota Bogor yang lebih progresif dan berintegritas. Masyarakat pun menantikan terobosan-terobosan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Hujan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *