Jawa Tengah – Sebagai bentuk konkret komitmen dalam menjalankan visi nasional, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bangun 178 Jembatan Merah Putih Presisi. Data pembangunan jembatan ini meliputi 58 unit yang telah selesai, 32 unit dalam tahap pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam proses pengiriman, serta 82 unit lainnya masih dalam tahap perencanaan, dengan kontribusi terbesar berada di wilayah Polda Jateng.
Pada Hari Rabu (14/1/2026), Kapolri meresmikan 19 Jembatan yang berlokasi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Peresmian ini merupakan langkah cepat Polri dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait peningkatan akses dan jaminan keselamatan bagi masyarakat di pelosok negeri.
Kehadiran infrastruktur strategis ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk Cemara Institute, yang menilai langkah tersebut sebagai bukti kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi permasalahan konektivitas yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat di daerah tersebut.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim memberikan apresiasi terhadap respons cepat yang ditunjukkan oleh institusi kepolisian ini. Menurutnya, keberhasilan Kapolri menerjemahkan instruksi Presiden menjadi aksi nyata di lapangan adalah cerminan dari kinerja birokrasi yang efektif. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang telah sigap merespons keprihatinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga pembangunan infrastruktur vital ini bisa segera terealisasi demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Rizqi.
Kapolri menegaskan bahwa peran aktif ini lahir dari empati mendalam Presiden terhadap kesulitan yang dihadapi warga, terutama anak-anak sekolah. “Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh,” kata Listyo Sigit.
Polda Jawa Tengah menargetkan pembangunan total 63 jembatan dalam program ini. Dari jumlah target tersebut, 19 jembatan kini telah diresmikan secara serentak, 15 jembatan lainnya masih dalam tahap konstruksi, empat jembatan memasuki fase persiapan, dan sisanya sebanyak 25 jembatan masih menjalani proses survei serta perencanaan matang.
Proses pembangunan jembatan ini juga mengusung pendekatan humanis dengan melibatkan partisipasi langsung masyarakat setempat. Listyo Sigit menjelaskan bahwa metode ini sengaja diterapkan untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun kedekatan emosional antara Polri dan warga. “Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat,” ucap mantan Kabareskrim tersebut.
Menanggapi langkah strategis yang ditempuh oleh Kapolri, Rizqi Fathul Hakim kembali menegaskan pentingnya aktualisasi kebijakan publik yang menyentuh akar masalah. Dia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Jenderal Sigit adalah bukti nyata bahwa arahan pemimpin bisa dieksekusi dengan baik jika didukung oleh jajaran di bawahnya. “Upaya Kapolri dalam menindak lanjuti arahan Presiden langsung diaktualisasi oleh beliau, maka dari itu Cemara Institute memberikan apresiasi atas kerja nyata yang tidak lamban ini,” tegas Rizqi.
Listyo Sigit berharap keberadaan jembatan-jembatan ini dapat memberikan dampak multiplier effect bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Mudah-mudahan selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa,” tutup Listyo Sigit.
Menyikapi dampak jangka panjang dari proyek ini, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan adalah fondasi bagi pemerataan pembangunan nasional. Dia berharap langkah Kapolri ini dapat terus terjaga untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat luas. “Ini adalah wujud nyata negara hadir untuk melindungi segenap bangsa, dan kami yakin langkah ini akan memicu peningkatan kesejahteraan yang signifikan di tingkat akar rumput,” pungkasnya.




