Respons Cepat Tanggap dan Sigap, Cemara Institute Apresiasi Kapolres Bogor Buka 3 Posko Penanganan Asap Antam

Bogor – Cemara Institute memberikan apresiasi atas langkah cepat Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto yang mendirikan Posko Kemanusiaan pasca insiden kepulan asap di kawasan PT Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Posko ini disiagakan khusus untuk menampung laporan warga yang kehilangan anggota keluarga akibat peristiwa tersebut.

Rizqi Fathul Hakim, Direktur Cemara Institute menyatakan bahwa langkah Kapolres ini merupakan bentuk pelayanan optimal Polri kepada masyarakat. “Ini adalah respons yang cepat tanggap dan sigap, menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam melindungi warga di tengah situasi darurat,” ujarnya saat wawancara.

Polres Bogor secara resmi membuka posko tersebut menyusul insiden kepulan asap yang terjadi di area operasional PT Antam. AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa posko kemanusiaan akan berfungsi sebagai pusat penerimaan laporan masyarakat terkait kemungkinan adanya warga yang hilang. “Tugas dari pada piket posko menampung seluruh laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya terkait dengan musibah ini,” kata Wikha dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Lebih lanjut, Kapolres memaparkan bahwa terdapat tiga posko yang disiagakan untuk menjangkau wilayah lebih luas. Posko utama ditempatkan di Polsek Nanggung, dengan dua posko pendukung di Polsek Leuwiliang dan Polsek Cigudeg. “Update juga dari Posko Leuwiliang dan Posko Cigudeg untuk memonitor jika ada warga yang hilang,” jelasnya.

Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa pendirian posko di tiga titik strategis ini memudahkan akses masyarakat dari berbagai kecamatan. “Ini bukan hanya soal kehadiran, tapi tentang memastikan bahwa saluran bantuan dan informasi terbuka seluas mungkin bagi semua warga yang terdampak,” tandasnya.

Dalam operasi kemanusiaan ini, Polres Bogor menerjunkan tim gabungan yang melibatkan TNI-Polri, BPBD Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga tim dari PT Antam. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat memberikan respons yang komprehensif.

Direktur Cemara Institute juga menekankan pentingnya langkah preventif dan transparansi informasi ke depannya. “Apresiasi ini sekaligus menjadi harapan agar koordinasi dan diseminasi informasi kepada publik terus ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi,” pungkas Rizqi.

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan pemantauan dari ketiga posko, belum ada laporan dari masyarakat mengenai korban hilang terkait insiden kepulan asap tersebut. Posko-posko tersebut tetap siaga untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam penanganan insiden ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *