Bogor – Cemara Institute memberikan apresiasi atas kinerja Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto dalam enam bulan memimpin Polres Bogor. Berbagai torehan prestasi dan langkah inovatif telah ditunjukkan menciptakan perubahan signifikan dalam penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di wilayah kabupaten terbesar di Jawa Barat tersebut.
Penunjukan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor melalui Surat Telegram Kapolri No. ST/1422/VI/KEP./2025 dinilai sebagai bukti kepercayaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit terhadap kompetensi perwira lulusan Akpol 2007 dan PTIK 2015 ini. Diketahui, AKBP Wikha Ardilestanto ditunjuk menjadi Kapolres Bogor pada tanggal 24 Juni 2025 dan serah terima jabatan dilakukan pada tanggal 20 juli 2025. Di awal tugasnya, Wikha langsung menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung program pemerintahan.
Langkah strategis segera diimplementasikan. Melalui patroli malam yang intensif di titik-titik rawan, Polres Bogor berhasil menekan angka kriminalitas. “Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polres Bogor melaksanakan patroli malam dengan menyasar sejumlah titik rawan kejahatan,” tegas Wikha. Patroli ini dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah.
Di bidang pelayanan sosial, inisiatif seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan paket “Merdeka 80” dan layanan drive-thru disambut antusias ribuan warga. Inovasi serupa juga terlihat dalam penanganan krisis air bersih di Kampung Babakan, Tenjo, melalui pembangunan sumur bor yang dananya murni berasal dari patungan sukarela seluruh personel Polres Bogor.
Selanjutnya, Rizqi memuji kecepatan dan ketegasan jajaran Polres Bogor dalam mengungkap kasus pembunuhan akibat tawuran di Jasinga pada Agustus 2025. “Keberhasilan Polres Bogor menangkap pelaku dalam waktu singkat harus menjadi standar penanganan kasus-kasus kekerasan lainnya. Ini memberikan efek jera dan rasa keadilan bagi korban,” ujar Rizqi Fathul Hakim.
Kesigapan juga ditunjukkan dalam penanganan darurat, seperti pendirian posko kesehatan pasca ambruknya Majelis Taklim Asohibiyah di Ciomas yang menewaskan empat orang, serta pembentukan Posko Kemanusiaan untuk korban pasca insiden kepulan asap di PT Antam, Nanggung, pada Januari 2026.
Tidak hanya responsif, pendekatan preventif dan persuasif juga menjadi andalan. Hal ini terbukti saat Wikha berhasil meredakan ketegangan dan memfasilitasi dialog dalam aksi unjuk rasa warga terdampak penutupan tambang di Cigudeg, yang sempat berujung kericuhan dan pemblokiran jalan pada 12 Januari 2026.
Kepemimpinan Wikha juga mencatat sejumlah pencapaian operasional penting sepanjang 2025. Dari pengungkapan praktik pengoplosan gas LPG subsidi masif di Cileungsi, peredaran minyak goreng ilegal, hingga kasus korupsi gratifikasi seorang kepala desa dengan penyitaan aset sementara Rp2,5 miliar. “Capaian-capaian ini secara tegas membuktikan integritas dan konsistensi penegakan hukum,” tegas Rizqi Fathul Hakim.
Komitmen terhadap pembangunan nasional diwujudkan melalui kontribusi aktif dalam program ketahanan pangan, seperti Penanaman Jagung Serentak, serta kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan mengerahkan tiga ribu personel dalam Apel Siaga Bencana. Langkah antisipatif juga diterapkan dalam menyiapkan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Atas seluruh kinerja dan inovasinya, AKBP Wikha Ardilestanto menyabet penghargaan Tokoh Bhayangkara Inovasi Pembangunan dalam detikJabar Awards 2025. Rizqi Fathul Hakim menilai penghargaan ini layak. “Kepemimpinan beliau menjadi contoh nyata polisi masa kini yang telah berevolusi dari sekadar penegak hukum menjadi seorang ‘aktor pembangunan’,” pungkasnya.
Menyambut tahun 2026, Wikha mengumumkan rencana progresif untuk membentuk Satuan Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO), menjadikan Polres Bogor sebagai pilot project di Polda Jabar. “Pembentukan satuan ini adalah upaya strategis untuk lebih melindungi masyarakat dari kejahatan yang menyasar kelompok paling rentan,” jelas Rizqi Fathul Hakim, menyambut baik langkah tersebut.
Rizqi Fathul Hakim menutup dengan penilaian komprehensif. “Dalam kurun waktu 6 bulan, kepemimpinan AKBP Wikha Ardilestanto telah menunjukkan hasil konkret. Berbagai peran aktif dan pengungkapan kasus besar membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Bogor,” pungkasnya.
Enam bulan kepemimpinan AKBP Wikha Ardilestanto di Polres Bogor telah menorehkan pola kepemimpinan yang mengedepankan kecepatan, inovasi, kedekatan dengan masyarakat, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, membawa angin segar bagi penegakan hukum dan pembangunan di Kabupaten Bogor.





