Surabaya – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) mengapresiasi langkah strategis Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono yang menerjunkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepekan.
Ketua Umum PB INSPIRA Rizqi Fathul Hakim menilai kebijakan itu sebagai langkah strategis yang patut didukung. “Pengerahan pasukan BKO ini menunjukkan keseriusan Polda Jatim dalam merespons karhutla. Kami mengapresiasi langkah strategis Kapolda Jatim karena penanganan cepat akan menentukan luas dampak yang timbul,” kata Rizqi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin Apel Gelar Pasukan BKO penanganan dan pemadaman karhutla di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026). Apel tersebut menandai dimulainya penugasan personel BKO untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Pengerahan pasukan BKO dilakukan untuk memperkuat upaya penanganan dan pemadaman karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur. Meski jumlah titik kebakaran mengalami penurunan dan sebagian berada dalam skala relatif kecil, langkah antisipasi tetap diperkuat untuk mencegah munculnya kebakaran susulan.
Kapolda Jatim menegaskan, operasi pasukan BKO tidak hanya difokuskan pada upaya pemadaman di lapangan. Personel juga diinstruksikan melakukan langkah-langkah preventif serta mendukung penegakan hukum terhadap setiap dugaan pembakaran hutan maupun lahan yang memenuhi unsur pidana. “Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan, langkah Kapolda Jatim tidak hanya soal pemadaman, tetapi juga upaya mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas. Menurutnya, karhutla berpotensi memicu krisis lingkungan jika tidak ditangani secara terpadu. “Penanganan karhutla harus dilihat sebagai upaya mencegah kerusakan ekosistem dan potensi krisis lingkungan. Karena itu, pasukan BKO yang diterjunkan selama sepekan ini menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kebakaran,” ujarnya.
Kapolda Jatim juga meminta seluruh jajaran melakukan pemetaan lokasi kebakaran secara akurat serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi tersebut dinilai penting agar penanganan di lapangan berjalan sinergis dan tidak tumpang tindih.
Menurut Irjen Pol Dekananto, penurunan jumlah titik kebakaran tidak boleh membuat jajaran mengendurkan kesiapsiagaan. Potensi munculnya kebakaran baru tetap perlu diantisipasi seiring kondisi cuaca dan musim kemarau. “Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau,” tegas Irjen Pol Dekananto.
Rizqi juga mengajak masyarakat mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Menurutnya, dukungan publik menjadi kunci agar upaya preventif dan penegakan hukum berjalan efektif. “Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dukungan publik sangat penting agar upaya preventif dan penegakan hukum berjalan efektif,” kata Rizqi.
Selain penanganan karhutla, Kapolda Jatim memberikan penekanan khusus terhadap keselamatan dan kesehatan personel yang bertugas di lapangan. Para komandan lapangan diminta memastikan kesiapan personel serta melakukan pemeriksaan terhadap seluruh perlengkapan keselamatan sebelum memasuki area kebakaran. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko selama pelaksanaan tugas.
Penugasan pasukan BKO dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari hingga 27 Oktober 2026. Setelah masa penugasan tersebut, Polda Jatim akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan situasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pergeseran personel maupun penambahan kekuatan apabila diperlukan.
Kapolda menutup dengan pesan agar polisi lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. “Sebagaimana yang selalu saya ingatkan, polisi harus lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. Hari ini rekan-rekan melaksanakan tugas yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat bertugas, semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua,” pungkas Irjen Pol Dekananto.





