Cemara Institute Apresiasi Kesuksesan Operasi Nataru 2025/2026 di Bawah Kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho

Jakarta – Cemara Institute menyampaikan apresiasi atas kesuksesan pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang berjalan aman dan lancar. Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim memuji atas keberhasilan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di bawah Kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho atas pencapaian operasi Nataru ini.

“Kami menilai langkah-langkah strategis yang diambil oleh Kakorlantas dan seluruh jajaran dalam mengurai dan mengendalikan lalu lintas selama Nataru berjalan sukses,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam pernyataan resminya, Senin (5/1/2026). Menurutnya, keberhasilan ini merupakan indikator nyata dari perencanaan yang matang dan eksekusi yang terkoordinasi.

Pernyataan apresiasi ini sejalan dengan laporan resmi Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho yang menyatakan pelaksanaan operasi secara umum berjalan kondusif. Arus mudik, perayaan hari raya, hingga arus balik dapat dikendalikan dengan baik tanpa lonjakan signifikan yang mengganggu.

“Ini adalah capaian yang luar biasa, terutama melihat penurunan angka fatalitas korban jiwa sebesar 27,12 persen. Artinya, Hampir 150 nyawa berhasil diselamatkan. Ini adalah tujuan utama dari operasi ini,” tambah Rizqi Fathul Hakim.

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah pengerahan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto. Kakorlantas mengungkapkan, keterlibatan Supeltas untuk pertama kalinya dalam pengamanan Nataru ini memberikan dampak positif dan membantu mewujudkan Kamseltibcarlantas.

Irjen Agus Suryo Nugroho bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung memberikan apresiasi di Pos Polisi Gadog, Jawa Barat. “Ini bagus, semua stakeholder turun, bahkan masyarakat ikut bertanggung jawab. Mereka senang dilibatkan oleh Polri,” kata Agus.

“Keterlibatan masyarakat melalui Supeltas ini merupakan contoh konkret kolaborasi yang efektif. Ini membangun rasa kepemilikan bersama terhadap keamanan dan kelancaran lalu lintas,” pungkas Rizqi Fathul Hakim.

Dari sisi data, Kakorlantas melaporkan arus balik terkendali dengan proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta via tol telah kembali 96 persen. Analisis juga menunjukkan penurunan jumlah peristiwa kecelakaan sebesar 7 persen dibanding periode sebelumnya.

Kesuksesan operasi ini, sebagaimana diapresiasi Cemara Institute, tidak lepas dari komando dan pengawasan ketat dari Kakorlantas. Langkah-langkah seperti persiapan traffic counting yang akurat hingga kesiapan skenario contraflow berkontribusi pada situasi yang cukup landai.

Dengan berakhirnya Operasi Nataru 2025/2026 secara sukses, Cemara Institute berharap inovasi dan kolaborasi yang telah terbentuk dapat menjadi model berkelanjutan untuk pengelolaan lalu lintas pada masa-masa puncak lainnya di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *