Jakarta – Cemara Institute memberikan apresiasi kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho atas langkah proaktif dan strategis dalam mempersiapkan perencanaan, pemantapan, dan pematangan operasi menyambut Operasi Ketupat 2026. Langkah persiapan ini dilakukan demi menghadapi
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim, menilai langkah ini mencerminkan integritas dan profesionalisme tinggi jajaran Polantas. “Integritas dan profesional Polantas setelah menyelesaikan agenda operasi Nataru 2025/2026, langsung dilakukan kegiatan koordinasi pemantapan dan pematangan persiapan operasi Ketupat 2026. Ini membuktikan Korlantas di bawah kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho memberikan pelayanan Polri untuk masyarakat yang maksimal,” tegas Rizqi, Kamis (9/1/2026).
Sentimen apresiatif ini berangkat dari instruksi langsung Kakorlantas yang disampaikan pada Kamis (8/1/2026). Irjen Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran kepolisian, khususnya para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), untuk segera mengalihkan fokus dan mengidentifikasi persoalan guna menghadirkan inovasi. “Selesai Natal dan Tahun Baru, kita sudah harus menghadapi Operasi Ketupat. Saya minta para Direktur Lalu Lintas mampu mengidentifikasi persoalan dan menghadirkan inovasi,” ujar Agus.
Ia menekankan bahwa kesiapan dini menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan. Pola pikir inovatif dinilai penting agar operasi tahunan arus mudik dan balik tersebut berjalan lebih optimal serta responsif terhadap dinamika di lapangan.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis pengamanan, Korlantas juga menyiapkan sejumlah kegiatan bernuansa kemanusiaan. “Ini menunjukkan komitmen holistik dimana aspek keamanan dan pelayanan publik berjalan beriringan. Persiapan yang matang sejak dini adalah wujud nyata tanggung jawab institusi,” tambah Rizqi Fathul Hakim menanggapi rencana tersebut. Fokus kemanusiaan itu meliputi pendirian pos pelayanan di sepanjang jalan tol serta pembagian takjil untuk masyarakat guna meningkatkan rasa aman dan nyaman pemudik.
Secara khusus, Kakorlantas juga meminta dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya. Ia mendorong pendekatan yang lebih masif dan cara bertindak yang revolusioner agar indikator keberhasilan operasi dapat meningkat secara signifikan.
Di sisi kebijakan, Irjen Agus mendorong pemerintah untuk memperluas program mudik gratis, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dengan memanfaatkan angkutan kereta api yang mampu mengangkut kendaraan. Langkah strategis ini dinilai dapat menekan kepadatan lalu lintas sekaligus menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dan ketahanan seluruh personel dalam mengelola lima agenda besar operasi yang akan datang. “Kita tidak boleh lelah. Ada lima agenda besar operasi yang harus kita kelola dengan baik. Rencana dan terobosan ini akan kita bahas kembali dalam rapat lanjutan,” pungkas Kakorlantas.
Atas seluruh rancangan dan komitmen yang dibangun ini, Cemara Institute melihat adanya pola kepemimpinan yang visioner. “Pendekatan yang sistematis, mulai dari evaluasi, inovasi, hingga program kemanusiaan, menunjukkan level perencanaan yang matang. Hal ini patut diapresiasi sebagai standar terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” tutup Rizqi.
Dengan demikian, persiapan dini yang digalakkan Korlantas Polri di bawah pimpinan Irjen Agus Suryonugroho tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah upaya terstruktur untuk terus meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik Lebaran 2026.




