Jakarta – Cemara Institute memberikan apresiasi atas komitmen Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin untuk mengatasi persoalan lalu lintas di wilayah hukumnya pada tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai upaya positif dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan berkendara bagi masyarakat Ibu Kota.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/1/2026), Kombes Pol Komarudin memaparkan sejumlah inovasi yang akan dioptimalkan, salah satunya adalah sistem Mandala Quick Response (MQR). “MQR yang coba kami bangun untuk bisa menghadirkan personel-personel Polri pada titik-titik yang memang saat itu membutuhkan penanganan segera,” ujarnya. Sistem ini bertumpu pada pemantauan real-time dan penggeseran cepat personel ke titik kemacetan atau gangguan.
Kombes Komarudin menjelaskan, MQR memungkinkan penanganan yang lebih cepat terhadap hambatan, termasuk yang disebabkan faktor alam seperti banjir. Sistem ini juga terintegrasi dengan 47 mobil ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Kita juga bisa ikut membantu kecepatan layanan masyarakat yang membutuhkan ambulans,” tambahnya, karena posisi kendaraan layanan dapat terpantau langsung.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyambut baik komitmen dan inovasi yang digulirkan Dirlantas PMJ. “Komitmen yang disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya merupakan upaya positif dan konkret untuk memberikan kenyamanan serta keamanan berkendara yang lebih baik bagi masyarakat Jakarta,” tegas Rizqi dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Komarudin mengklaim MQR telah membuahkan hasil nyata dalam pengurangan durasi kemacetan. Ia mencontohkan, penguraian kepadatan lalu lintas yang biasanya selesai pukul 21.30-22.00 WIB, kini bisa lebih cepat satu jam. “Sehingga Jakarta bisa kita urai pukul 20.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB,” terangnya. Efisiensi waktu ini diharapkan meningkatkan produktivitas warga.
Di luar penanganan kemacetan, Ditlantas PMJ juga berfokus pada peningkatan layanan administrasi. Komarudin menyebut upaya penambahan gerai dan penggencaran layanan E-BPKB sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan. Layanan ini terus dievaluasi untuk memastikan kemudahan bagi publik.
Pada aspek keselamatan, Komarudin menyoroti upaya menekan angka fatalitas korban kecelakaan. Salah satu langkah strategis adalah kerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi personel. “Kecepatan dalam penanganan korban di TKP bisa menurunkan tingkat fatalitas,” jelasnya.
Rizqi Fathul Hakim menilai, pendekatan yang menyeluruh—mulai dari teknologi, layanan, hingga penanganan darurat—menunjukkan keseriusan institusi. “Inovasi seperti MQR dan sinergi dengan layanan kesehatan darurat adalah terobosan yang perlu didukung. Ini menunjukkan pola pikir yang berorientasi pada solusi dan kecepatan layanan,” paparnya.
Komitmen jangka panjang Ditlantas PMJ ditegaskan kembali oleh Komarudin. Institusi Polri berjanji untuk terus hadir, mendengar, dan melayani guna menciptakan jalan yang lebih aman menuju Jakarta yang berbudaya lalu lintas. “Kami sadar bahwa kami memang belum sempurna, tapi Insya Allah, kami terus berupaya untuk menjadi lebih baik,” ucap Komarudin.
Dalam menanggapi pernyataan itu, Rizqi Fathul Hakim menggarisbawahi pentingnya konsistensi. “Apresiasi kami tidak hanya pada rencana, tetapi pada eksekusi dan keberlanjutannya. Komitmen untuk terus memperbaiki diri adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik,” imbuh Direktur Cemara Institute tersebut.
Dengan sejumlah strategi yang telah dipaparkan, komitmen Ditlantas Polda Metro Jaya di tahun 2026 akan diuji dalam implementasi nyata di lapangan. Masyarakat Jakarta berharap inovasi ini mampu menjawab persoalan kompleks lalu lintas sekaligus menurunkan angka kecelakaan secara signifikan.




