Hasil Konkret dan Buktikan Integritas Di Tahun 2025, Cemara Institute Apresiasi Kepemimpinan AKBP Wikha Ardilestanto

Bogor – Cemara Institute memberikan apresiasi atas kinerja Kepolisian Resor (Polres) Bogor di bawah pimpinan AKBP Wikha Ardilestanto sepanjang tahun 2025. Cemara Institute menilai sejumlah perkara besar yang berhasil diungkap mencerminkan integritas dan komitmen nyata dalam pemberantasan kejahatan.

Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa capaian Polres Bogor dalam membongkar berbagai kasus krusial patut diapresiasi. “Sepanjang 2025, kepemimpinan AKBP Wikha Ardilestanto telah menunjukkan hasil konkret. Berbagai kasus yang menyentuh hajat hidup orang banyak, dari kejahatan ekonomi hingga korupsi ditangani dengan serius,” ujar Rizqi dalam pernyataannya, Senin (5/1/2026).

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengonfirmasi selama masa kepemimpinannya, sejumlah perkara besar berhasil diungkap. Kasus yang paling dominan adalah praktik pengoplosan gas LPG subsidi secara masif di wilayah Cileungsi yang diungkap dalam dua gelombang operasi pada Februari dan Oktober 2025. Selain itu, peredaran minyak goreng ilegal juga berhasil dibongkar pada Maret lalu.

Tidak hanya kejahatan ekonomi, Polres Bogor juga menangani kasus-kasus kekerasan yang menyita perhatian publik. Di antaranya adalah kasus pencabulan anak yang viral, kericuhan usai pertandingan sepak bola di Jasinga yang menewaskan korban, hingga perampokan berujung pembunuhan terhadap pengemudi taksi online di Tol Jagorawi. “Penanganan kasus-kasus kekerasan seperti ini membutuhkan kecepatan dan sensitivitas yang tinggi. Polres Bogor menunjukkan respons yang tepat,” tambah Rizqi Fathul Hakim.

Yang paling menonjol adalah keberhasilan mengungkap tindak pidana korupsi gratifikasi terkait dokumen pertanahan yang melibatkan seorang Kepala Desa di Kecamatan Parungpanjang. Dalam kasus ini, penyidik berhasil menyita aset sementara senilai Rp2,5 miliar. “Pengungkapan kasus korupsi dengan penyitaan aset sebesar itu bukanlah hal kecil. Ini adalah bukti nyata komitmen untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akar di tingkat desa,” tegas Rizqi.

Kapolres Wikha juga menyoroti efektivitas penanganan kasus. Seperti pada kasus pembunuhan di Kawasan Puncak, pelaku berhasil diamankan dalam waktu kurang dari delapan jam. Kecepatan serupa juga diterapkan dalam menangani kericuhan di Jasinga dan perampokan di Jagorawi, di mana pelaku dapat ditangkap dalam waktu kurang dari 2×24 jam.

“Capaian-capaian operasional ini, dari penggerebekan oplosan LPG subsidi yang merugikan rakyat kecil hingga penangkapan koruptor, secara tegas membuktikan integritas dan konsistensi penegakan hukum. Ini membangun kepercayaan publik,” papar Rizqi.

Dengan berakhirnya tahun 2025, Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penegakan hukum guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Berbagai kasus yang telah diungkap menjadi catatan penting dalam upaya menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari praktik kriminalitas.

Cemara Institute berharap kinerja positif dan integritas yang telah ditunjukkan dapat dipertahankan dan menjadi standar operasi di masa mendatang, tidak hanya di Bogor tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah hukum lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *