IMPACT Dukung Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Sehat pada Tubuh Polri

Jakarta – Institute of Monitoring and Policy Analytics Country (IMPACT) menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Lembaga ini menilai tahun 2026 akan menjadi momen transformasi budaya internal yang sehat di tubuh Polri.

Direktur Eksekutif IMPACT, R Darmawan menyatakan bahwa paradigma budaya sehat yang diperkenalkan Kapolri akan menjadi fondasi institusional yang kokoh. “Paradigma ini bukan sekadar wacana, melainkan fondasi penting bagi Polri untuk memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Apresiasi ini dilandasi catatan kinerja Polri sepanjang 2025. IMPACT menilai institusi Polri sukses mengawal pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan profesional. Peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan menegakkan hukum berkeadilan dinilai berjalan optimal.

“Polri telah menunjukkan peran krusialnya dengan profesional, transparan, dan akuntabel dalam pengamanan seluruh agenda nasional tahun lalu. Ini menjadi dasar yang kuat untuk melangkah ke transformasi yang lebih mendalam,” papar Darmawan.

Lebih lanjut, Darmawan memaparkan sejumlah prestasi konkret Polri di tahun 2025. Pertama adalah penurunan angka kriminalitas secara signifikan berkat penegakan hukum yang konsisten dan strategi pencegahan yang efektif. Kedua, tingkat kepercayaan publik yang meningkat drastis, didorong oleh transparansi dalam pelayanan.

“Efektivitas penanganan kasus juga melesat dengan dukungan teknologi dan peningkatan profesionalisme. Tidak hanya itu, peran humanis Polri dalam penanganan bencana di Sumatera juga menunjukkan wajah kepolisian yang melindungi dan melayani,” bebernya.

Berdasarkan fondasi kinerja tersebut, IMPACT menyatakan keyakinannya bahwa Kapolri Listyo Sigit mampu membawa transformasi budaya secara signifikan di tahun 2026. Transformasi ini dinilai akan memperkuat kapasitas internal dan sekaligus mendukung agenda strategis pemerintahan.

“Transformasi budaya ini mencerminkan komitmen reformasi dari dalam yang kokoh. Ini bukan perubahan formalitas tubuh polri, tetapi pembentukan DNA organisasi yang lebih modern dan berorientasi pelayanan,” jelas Darmawan.

Darmawan menegaskan, transformasi tersebut diyakini akan berkontribusi langsung dalam mewujudkan visi besar pemerintahan, khususnya agenda Asta Cita. Polri menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Proses reformasi yang sistematis ini bertujuan menghasilkan Polri yang transparan, akuntabel, dan berfokus pada kualitas pelayanan publik. Ini selaras dengan kebutuhan bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, IMPACT mendorong agar komitmen transformasi ini dijaga secara berkelanjutan. Reformasi internal yang terstruktur diharapkan tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga pola pikir (mindset) dan nilai-nilai inti organisasi kepolisian.

“Kami berharap transparansi kebijakan, akuntabilitas di setiap jenjang jabatan, dan orientasi pada kepuasan publik dapat benar-benar tertanam dalam kultur Polri di tahun 2026,” pungkas Darmawan. IMPACT meyakini, paradigma budaya sehat ini akan mengukuhkan Polri sebagai institusi penjaga demokrasi dan supremasi hukum yang dipercaya rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *